Cekcok Sepele di Lapak PKL Tasikmalaya Berujung Ledakan Bom Rakitan, Pelakunya Ternyata Penjual Es Teh Eks Napiter!

AKURAT BANTEN– Sebuah insiden mengerikan mengejutkan warga di kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Malam minggu yang seharusnya tenang mendadak mencekam setelah suara ledakan keras mengguncang area kuliner Pedagang Kaki Lima (PKL).
Bukan petasan atau tabung gas, ledakan tersebut bersumber dari sebuah bom rakitan.
Yang lebih mengejutkan lagi, dalang di balik teror visual ini dipicu oleh masalah yang sangat sepele: cekcok antar-pedagang es teh jumbo dan tahu gejrot.
Polisi bergerak cepat dan kini telah menetapkan seorang pria berinisial AAS (28), yang sehari-hari berjualan es teh jumbo, sebagai tersangka utama.
Masa lalu AAS pun terkuak—ia merupakan seorang mantan narapidana terorisme (eks napiter).
Kronologi Malam Mencekam: Berawal dari Aroma Alkohol dan Saling Ejek
Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan berawal ketika seorang pedagang tahu gejrot berinisial E tiba di lokasi.
Diduga di bawah pengaruh minuman keras (miras), E tiba-tiba memarahi kakak dari pedagang jagung bakar berinisial S tanpa alasan yang jelas.
Melihat situasi mulai memanas, seorang saksi di lokasi berinisial SF (48) mencoba melerai. SF membawa E menjauh dari jalan utama komplek Dadaha agar keributan tidak meluas ke pedagang lain.
Namun, alih-alih mereda, situasi justru berbalik menjadi teror mengerikan ketika AAS datang ke lokasi.
AAS, yang merupakan penjual es teh jumbo sekaligus saudara dari pedagang jagung (S), langsung menghampiri E dengan penuh emosi. Keduanya terlibat aksi saling maki yang sengit.
Saat saksi SF sedang berupaya keras menenangkan AAS agar tidak terjadi adu fisik, tiba-tiba... DUARRR!
Sebuah ledakan keras menggelegar tepat di belakang posisi saksi berdiri. Asap pekat dan serpihan material seketika membuat suasana di sekitar lapak PKL mencekam.
Warga dan pedagang lain berhamburan menyelamatkan diri.
Temuan Mengerikan Polisi: Remote Kontrol hingga Zat Kimia Berbahaya
Mendapat laporan dari pihak UPTD Dadaha, jajaran Polres Tasikmalaya Kota yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Andi Purwanto segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jabar.
Saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi dikejutkan dengan sisa-sisa material yang ditemukan.
Di lokasi lapak penjual es teh tersebut, petugas mengamankan berbagai bahan kimia baku pembuatan bom berkekuatan tinggi serta sistem pemicu canggih.
Daftar Barang Bukti yang Disita Polisi:
Pupuk KCL (Kalium Klorida) & Belerang
Bubuk aluminium berkualitas tinggi
Instalasi kabel elektrik & Baterai sebagai daya
Perangkat kendali jarak jauh (remote control) sebagai pemantik ledakan
Motif Murni Dendam Pribadi, Bukan Aksi Terorisme
Mengingat status tersangka AAS yang merupakan eks napiter, publik sempat berspekulasi bahwa ini adalah aksi jaringan sel tidur terorisme.
Namun, AKBP Andi Purwanto dengan tegas membantah hal tersebut.
Sebetulnya ini motif sepele, hanya perselisihan antar kedua belah pihak. Saling ejek hingga menyebabkan kejadian seperti itu. Motifnya ada masalah pribadi, dendam personal, dan tidak ada motif teror sama sekali, tegas AKBP Andi Purwanto di lokasi kejadian.
Meski tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme, tindakan nekat AAS yang merakit dan meledakkan bom di area publik tetap dihukum dengan pasal berlapis yang sangat berat.
AAS kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota dan dijerat dengan pasal tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak sebagaimana diatur dalam Pasal 306 atau Pasal 308 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Penjual es teh jumbo ini pun kini terancam hukuman penjara belasan tahun akibat kegagalannya menahan amarah.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 6Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 7Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap





